Hitput.com – Penuh dengan kontroversi, Film Joker terbaru tetap layak ditonton di tahun 2019 ini bagi kamu penggemar DC Komik.
Film JOKER, yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix sebagai badut yang kemudian menjadi salah satu musuh bebuyutan Batman, akan tayang sebentar lagi. Tapi film ini telah banyak menimbulkan kontroversi dari beberapa kritikus yang mengatakan bahwa “ada pesan berbahaya di dalamnya”, sementara kritikus yang lain terus dengan gigih mempertahankan.
Film yang disutradarai oleh Todd Phillips ini menggambarkan karakter JOKER yang sangat berbeda dari karakter JOKER, penjahat kartun yang dikenal suka menyiksa Batman dalam buku komik DC Universe. Dalam cerita dijelaskan ada kekuatan luar biasa yang membentuk karakter Phoenix yang memerankan Arthur Fleck, seorang pria kesepian yang tinggal bersama ibunya dan baginya hidup adalah putaran kekecewaan, kekerasan dan isolasi.
Kurangnya cinta, dan perasaan bahwa dunia secara konsisten mengalahkannya, mendorong Fleck ke dalam kejahatan ketika ia berubah menjadi penjahat yang kejam, yang sekarang menjadi ikon dalam DC Universe.
Tetapi bagi beberapa kritikus, kecenderungan membunuh pada diri Fleck yang digambarkan di film JOKER, muncul dari perasaannya yang selalu merasa diperlakukan buruk pada setiap jalan hidupnya
Di masa sekarang ini, ketika berita utama media-media terlalu sering melaporkan adanya penembakan massal dan tindakan kekerasan lainnya, kemudian dikaitkan dengan kemarahan pada dunia atau kelompok tertentu, para kritikus yang kontra terhadap film JOKER berpendapat bahwa memutar kisah film JOKER dapat mendorong simpati yang salah tempat dan bisa mendorong orang-orang melakukan kekerasan dengan alasan yang sama pada film JOKER, maka inilah kontroversi yang perlu diketahui tentang film ini.
Para kritikus yang melihat film JOKER selama pemutaran di Festival Film Venice dan Toronto pada akhir Agustus dan awal September lalu menyebutkan bahwa, film JOKER ini “berbahaya”, “sangat meresahkan” dan banyak kritik-kritik negatif lainnya.
Secara keseluruhan, ulasan seperti ini menyatakan bahwa berempati dan memuliakan karakter yang akhirnya meneror masyarakat karena tidak menerimanya mungkin bukan jenis pesan yang ingin atau perlu didengar oleh audiens pada tahun 2019.
Dalam iklim saat ini, sebuah cerita yang menjelaskan mengapa seorang pria kulit putih yang selalu disalahkan dan terdorong untuk melakukan kekerasan, bisa sangat berbahaya, karena potensinya untuk menginspirasi kekerasan.
Film JOKER juga tayang perdana pada bulan yang sama dengan kejadian dua penembakan massal yang terjadi dalam waktu 24 jam. Seorang pria berusia 21 tahun yang riwayat memposting retorika rasis secara online menewaskan 22 orang dan melukai banyak lainnya di Walmart di El Paso, Texas. Pagi berikutnya, seorang penembak melepaskan tembakan di sebuah jalan di Dayton, Ohio, menewaskan sembilan orang dan melukai 27 lainnya dengan senapan serbu gaya AR-15 dalam rentang 32 detik.
Demikianlah seputar kontroversi dari film Joker terbaru yang berbahaya bagi psikologi masyarakat, tapi apabila Anda mau menontonnya maka berpikirlah hanya untuk mengambil nilai positif untuk Anda dan Keluarga.
Overview: "Tidak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru di usia 25, 30, atau 40…
Overview: "Samsung memimpin tren fotografi smartphone 2026 melalui ProVisual Engine dan On-Device AI. Teknologi ini…
Hitput.com - Prompt AI design tools Canva: "Minimalist home office, transparent glass laptop, holographic UI,…
Hitput.com - Prompt ChatGPT AI: "Create an Image illustration of a team celebrating a milestone…
Overview: Intermittent fasting (IF) adalah metode pengaturan pola makan yang fokus pada pembatasan waktu makan…
Hitput.com - Prompt Gemini AI: "Generate an image of a foldable phone on a wooden…