
Hitput.com – Pernah nggak sih kamu scroll Instagram atau TikTok, terus liat foto-foto selebgram favoritmu kok malah buram, pakai flash yang nyorot banget, atau warnanya kayak foto jaman SD dulu? Eits, jangan salah sangka! Itu bukan karena kamera mereka rusak, tapi itu adalah estetika “Low Quality” atau tren Digicam (Digital Camera) yang lagi hype banget di kalangan Gen Z.
Buat kamu para shutterbugs yang suka hunting foto tapi nggak mau ribet bawa DSLR berat, tren ini adalah kabar baik. Estetika ini mengedepankan momen yang raw, candid, dan authentic. Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas gimana caranya bikin konten lifestyle yang aesthetic tanpa perlu gear mahal, biar feed kamu makin up-to-date!
Apa Itu Tren “Digicam Love” dan Kenapa Viral?
Tren Digicam adalah gaya fotografi yang menggunakan kamera saku digital jadul (keluaran tahun 2000-2010an) atau aplikasi smartphone yang meniru efek tersebut. Ciri khasnya adalah:
-
Hasil foto yang tidak terlalu tajam (grainy).
-
Penggunaan flash yang keras (harsh flash).
-
Warna yang cenderung kekuningan atau kebiruan (cool tone).
-
Tanggal (timestamp) oranye di pojok foto.
Kenapa viral? Karena Gen Z merindukan nostalgia era Y2K. Selain itu, foto tipe ini terlihat lebih “jujur” dan santai dibandingkan foto studio yang terlalu diedit sempurna.
Baca juga: OOTD Hijab Simple Untuk Hangout dan Mudah Ditiru
Tips Mengambil Foto Estetik ala “It Girl”
Buat kamu yang ingin mencoba gaya ini untuk OOTD atau sekadar hangout di coffee shop, berikut tips praktisnya:
1. Mainkan Flash, Siang ataupun Malam
Kunci dari estetika Y2K adalah flash. Jangan ragu nyalakan flash HP atau kameramu meskipun di siang hari. Ini akan memberikan efek kulit yang glowing dan background yang lebih gelap (vignette alami), bikin objek utama makin pop-out.
2. Teknik “The Blurry Motion”
Jangan diam saja saat difoto! Bergeraklah sedikit saat tombol shutter ditekan. Goyangkan tangan, kibaskan rambut, atau berjalan santai. Efek blur yang dihasilkan justru bikin foto terlihat artsy dan dynamic.
3. Sudut Pandang 0.5x (Ultrawide)
Kalau kamu pakai smartphone kekinian, gunakan fitur kamera 0.5x. Potret dari angle atas (high angle) untuk pamer outfit dari kepala sampai kaki, atau buat selfie cermin yang memberikan efek distorsi unik dan lucu.
4. Candid is King
Minta bestie kamu untuk memotret saat kamu lagi ketawa, makan, atau membetulkan rambut. Foto yang tidak melihat kamera (off-guard) jauh lebih disukai di algoritma sosial media saat ini karena terasa lebih relate.
Aplikasi Wajib Punya untuk Edit Foto Vintage
Nggak punya kamera digicam asli (seperti Canon IXUS atau Sony Cyber-shot)? Tenang, smartphone kamu bisa menyulapnya. Berikut rekomendasi aplikasi favorit para content creator:
-
Dazz Cam: Juara umum untuk efek kamera jadul. Coba filter CPM35 untuk vibes film look.

-
OldRoll: Pilihan kamera analognya banyak banget, lengkap dengan fitur timestamp yang bisa diatur.

-
Tezza: Aplikasi favorit influencer global. Preset Vintage atau Moody-nya bikin foto auto mahal.

-
Huji Cam: Klasik tapi tetap asik untuk efek disposable camera dengan light leaks (bocoran cahaya) pinggir foto.

Baca juga: Ini Sosok Penemu Foto Selfie Pertama di Dunia
Cara Menyusun “Photo Dump” yang Menarik di Instagram
Sebagai avid news reader dan social media enthusiast, kamu pasti tahu kalau satu foto aja nggak cukup. Sekarang zamannya Carousel atau Photo Dump. Ini strukturnya biar engagement kamu naik:
-
Slide 1 (The Hook): Foto terbaik kamu (biasanya selfie atau OOTD yang proper).
-
Slide 2-3 (The Details): Foto detail, misalnya kopi yang kamu minum, tas, atau pemandangan langit.
-
Slide 4-5 (The Random/Funny): Foto blur, meme yang relevan dengan harimu, atau foto teman yang lagi candid lucu.
-
Slide Terakhir (The Closer): Video pendek suasana sekitar atau foto sunset.
Ide Caption: Gunakan caption singkat dan misterius. Contoh: “files from the weekend”, “caught in 4k”, atau sekadar emoji kamera.
Fotografi itu nggak melulu soal teknis ISO atau Shutter Speed yang rumit. Buat kita Gen Z, fotografi adalah soal menangkap vibe dan kenangan. Jadi, jangan takut kalau fotomu nggak fokus atau agak gelap. Justru ketidaksempurnaan itu yang bikin konten kamu unik dan aesthetic. Yuk, ambil kameramu (atau HP-mu), nyalakan flash, dan mulai berkarya!
FAQ
Q: Apa itu kamera Digicam?
A: Digicam adalah singkatan dari Digital Camera, merujuk pada kamera saku digital lawas (awal tahun 2000-an) yang kini kembali tren karena hasil fotonya yang vintage dan unik.
Q: Kenapa foto Gen Z suka pakai flash?
A: Gen Z menggunakan flash untuk menciptakan estetika retro, membuat kulit terlihat lebih cerah (overexposed artistik), dan memberikan kesan foto pesta yang fun dan candid.
Q: Aplikasi apa yang bikin foto kayak kamera analog?
A: Aplikasi populer meliputi Dazz Cam, VSCO, Huji Cam, OldRoll, dan Tezza.
Q: Apa itu Photo Dump di Instagram?
A: Photo Dump adalah postingan carousel (banyak slide) di Instagram yang berisi kumpulan foto acak dari momen tertentu, biasanya campuran antara foto bagus, foto blur, dan foto detail suasana.





