Hitput.com – Kumpulan contoh anekdot sindiran yang bersifat halus maupun kasar beserta strukturnya yang bisa kamu pelajari.
Semua teks anekdot pasti isinya menyindir atau mengkritik. Jika tidak ada sindiran di dalamnya, berarti nilai-nilai anekdot-nya kurang terasa. Sebab jika tidak ada sindiran di dalamnya, lalu apa bedanya ia dengan cerita lucu lain?
Karena letak keunikan teks anekdot singkat berada di ‘sindiran’ tersebut. Jadi usahakan setiap membuat anekdot, menyertakan poin penting ini. Namun ada kalanya, orang-orang yang membaca anekdot tidak menyadari adanya sindiran atau kritikan di dalamnya karena saking halusnya sindiran tersebut.
Sebagai pembaca, anda harus selalu menggunakan otak. Karena penulis selalu memiliki kejutan-kejutan di dalam cerita yang mereka buat. Coba Anda simak beberapa contoh teks anekdot sindiran singkat beserta strukturnya berikut, carilah bagian yang ada sindirannya.
Hari itu seorang warga melapor ke kepolisian bahwa ia melihat seorang maling di televisi. Warga tersebut marah-marah ke kepolisian karena maling tersebut belum juga ditangkap dan dipenjarakan.
“Bisa-bisanya Anda lalai seperti ini?! Pencuri itu telah mencuri banyak uang Saya. Dia penipu! Tapi kenapa Anda membiarkannya hidup enak bahkan masuk ke acara Mata Najwa. Aduh, kepala Saya sakit karena ketidakbecusan kalian bekerja.”
Sayang sekali, pihak kepolisian tidak bisa menerima laporan tersebut karena suatu alasan.
Keesokan harinya, datang lagi warga melapor. Sama seperti warga sebelumnya, ia melapor soal pencuri yang sampai sekarang belum juga ditangkap.
“Saya melihat dia nongol di Podcast-nya Deddy Corbuzier. Kenapa dia masih di sana? Harusnya Anda tangkap orang keji itu!”
“Maaf ya, Pak, kami tidak bisa menangkapnya karena Saya adalah teman pencuri itu.”
Malam yang dingin itu beberapa remaja sedang bersantai di tepi pantai. Mereka membakar sesuatu, di sana ada arang dan daging serta bumbu khusus.
Salah satu orang di sana mendelik tajam dengan daging yang dibakar salah satu pemuda di sana.
“Bukannya itu daging tikus ya!?” Ia mengatakan demikian karena bentuk dari daging itu yang aneh.
“Iya,” jawab si pemanggang daging santai.
Mereka yang mendengar bahwa daging yang dipanggang adalah daging tikus seketika melotot tajam. Tapi tak lama mereka berekspresi biasa.
“Kasih dasi deh biar enak dikit pas dilihat.”
Seorang pria yang mengenakan setelan jas rapi dan peci hitam di kepalanya sedang berkeliling kota bersama supirnya. Ia melihat gedung-gedung di kota itu yang indah nan kokoh.
“Susah menemukan pilihannya, Pak?” Tanya sang supir. Rencananya mereka sedang memilih-milih gedung sebagai tempat tidur tuan-nya ini. Tuan-nya memiliki kebiasaan aneh, ia susah sekali tidur. Terhitung sudah seminggu beliau belum tidur. Butuh persyaratan khusus agar membuatnya bisa terlelap.
Pria dengan setelan jas rapi bingung harus memilih gedung yang mana. Mereka semua indah, tapi terasa tidak nyaman. Sampai pada akhirnya pria ini menemukan sebuah gedung dengan atap berwarna hijau, lalu di atasnya ada 2 pondasi yang melingkari bagian atap dan sekelilingnya. Memperindah desain bangunan itu.
Pria yang memakai setelan jas rapi seketika terpukau.
“Berhenti! Aku sudah menemukan tempat tidur istimewaku.”
“Jadi Bapak akan tidur di gedung DPR.”
Jarang sekali ada orang dewasa yang bersifat kekanak kanakan seperti dua orang laki-laki gemuk yang sedang main jungkat jungkit di taman bermain. Manalagi fisik mereka cukup istimewa, keduanya gemuk, berbadan besar dan sudah terlihat tua.
Mereka duduk di setiap ujung jungkat jungkit dengan kesusahan. Paha yang besar dan perut berlipat-lipat membuat mereka ingin terus terguling dari jungkat jungkit tersebut.
Setelah berjuang keras, akhirnya kedua pria gemuk berhasil menaiki jungkat-jungkit. Tampak ekspresi senang di wajah mereka berdua. Namun itu tak lama, karena salah satu dari mereka tampak kesal.
“Kenapa aku tidak bisa naik ke atas?” Tanya pria gemuk dengan setelan jas rapi. Dari tadi ia hanya duduk di bawah tidak bisa melambung ke udara seperti temannya.
“Berapa beratmu memang?” Tanya pria gemuk yang memakai kaos biasa.
“130 kg.”
“Sama dong,” jawab pria gemuk berbaju kaos biasa.
“Omong-omong apa yang kamu makan?” Tanya pria gemuk yang memakai jas rapi.
“Junk food. Kalau kamu?”
“Uang rakyat.”
Sasaran dari teks anekdot singkat sindiran tidak melulu harus kepada tokoh-tokoh pejabat. Sindiran teks ini sangat luas. Namun dikarenakan orang-orang yang banyak berulah adalah pihak-pihak di pemerintahan, alhasil banyak penulis membuat teks yang menyindir dan mengkritik mereka.
Itulah kumpulan contoh anekdot singkat sindiran halus dan kasar beserta strukturnya yang kami rangkum dari berbagai sumber yang bisa kamu pelajari lebih lanjut.
Ringkasan Rekomendasi Vitamin Untuk menjaga stamina selama puasa, vitamin yang paling dibutuhkan adalah Vitamin B Kompleks (untuk…
Mengapa Harus Mencari Alternatif Canva di Tahun 2026? Di tahun 2026, alternatif aplikasi gratis terbaik…
Hitput.com - Tips puasa 2026 ini cocok untuk Gen Z dan Milenial agar fokus dalam…
Hitput.com - Sentul, Bogor kembali menghadirkan destinasi wisata yang mencuri perhatian. Bagi Anda pecinta suasana…
Hitput.com - Healing ke alam kini menjadi kebutuhan krusial untuk memulihkan kesehatan mental dan mencari ketenangan…
Hitput.com - Studi terbaru menunjukkan jalan kaki 4.000 langkah sekali seminggu dapat memangkas risiko kematian…