Pengertian dari DBD – Pastinya sudah tidak asing lagi dengan penyakit bernama DBD. Sebenarnya definisi dari penyakit ini apa sih? Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.
Dulunya penyakit ini pernah dianggap sebagai penyakit “break-bone” atau patah tulang. Ya bukan tanpa alasan memang, karena gejala yang dirasakan dari penyakit ini adalah nyeri yang parah pada sendi dan juga otot. Pada akhirnya hal tersebut membuat tulang terasa seperti retak atau patah.
Sebenarnya gejala awal yang ditimbulkan penyakit demam berdarah dengue selain nyeri pada otot dan sendi masih ada beberapa gejala lagi. Seperti gejala demam yang tinggi, kemudian ada bintik merah pada kulit. Ini termasuk gejala awal dan masih tergolong ringan.
Sementara gejala DBD yang lebih parah sangatlah bahaya. Karena bisa menyebabkan penderita mengalami pendarahan yang serius, kemudian tekanan darah bisa menurun secara tiba-tiba, dan bahkan bisa berujung pada kematian.
Sampai saat ini kasus DBD selalu menimpa jutaan orang diseluruh dunia. Penyakit ini tidak mengenal apakan dia masih anak-anak, sudah dewasa, ataupun orang tua. Tak mengenal jenis kelamin, warna kulit, orang kaya atau orang miskin, suku, ras, dan agama. Ya, seperti halnya virus covid-19 saat ini yang bisa menyerang siapa saja.
Penyakit deman berdarah ini biasanya banyak terjadi pada saat musim penghujan atau setelahnya. Alasannya kenapa? Tak lain karena saat musim hujan datang genangan air akan semakin banyak. Hal tersebut akan membuat nyamuk berkembangbiak dengan mudah.
Oleh karenanya kasus yang banyak terjadi pun di wilayah-wilayah dengan iklim tropis atau subtropis seperti; Asia tenggara, Afrika, Wilayah timur tengah, India, Tiongkok, Australia, Karibia, Pasifik tengah dan Pasifik selatan, Amerika selatan dan Ameriku utara.
Menurut data dari World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia. Kasus demam berdarah dengue ini semakin meningkat di beberap dekade terakhir ini. Data dari WHO mencatat setidaknya ada 50 juta – 100 juta kasus setiap tahunnya. Bahkan sekitar setengah populasi dari penduduk di dunia ini memiliki resiko menderita penyakit DBD.
Seperti yang sudah disinggung di atas, penyakit ini ada yang ringan ada pula yang berat. Namun secara umumnya terdapat tiga jenis kondisi DBD yaitu; demam berdarah dengue, demam dengue, dan dengue shock syndrom. Masing-masing kondisi tersebut memiliki gejala berbeda-beda.
Nah, jika gejala pada demam berdarah dengue seperti apa? Berikut beberapa tanda atau gejala dari penyakit DBD.
Jika ada beberapa tanda dan gejala yang kamu alami, atau orang di sekitar kamu yang mengalaminya. Maka segeralah menghubungi ahli (dokter) kemudian lakukan konsultasi apakah hal itu gejala dari penyakit DBD atau bukan.
Ringkasan Rekomendasi Vitamin Untuk menjaga stamina selama puasa, vitamin yang paling dibutuhkan adalah Vitamin B Kompleks (untuk…
Mengapa Harus Mencari Alternatif Canva di Tahun 2026? Di tahun 2026, alternatif aplikasi gratis terbaik…
Hitput.com - Tips puasa 2026 ini cocok untuk Gen Z dan Milenial agar fokus dalam…
Hitput.com - Sentul, Bogor kembali menghadirkan destinasi wisata yang mencuri perhatian. Bagi Anda pecinta suasana…
Hitput.com - Healing ke alam kini menjadi kebutuhan krusial untuk memulihkan kesehatan mental dan mencari ketenangan…
Hitput.com - Studi terbaru menunjukkan jalan kaki 4.000 langkah sekali seminggu dapat memangkas risiko kematian…