
Overview:
“Samsung memimpin tren fotografi smartphone 2026 melalui ProVisual Engine dan On-Device AI. Teknologi ini memungkinkan stabilisasi video otomatis, foto low-light yang cerah, hingga penyuntingan berbasis Generative AI secara real-time tanpa aplikasi tambahan.”
Hitput.com – Dunia fotografi mobile kini bukan lagi soal seberapa besar sensor yang tertanam, melainkan seberapa cerdas kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di belakangnya. Di tahun 2026, AI telah bertransformasi dari sekadar fitur pendukung menjadi pilar utama dalam menciptakan konten visual yang estetik dan instan.
Samsung, melalui lini Galaxy S Series, kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar. Dengan fokus pada On-Device AI, Samsung menawarkan pengalaman memotret yang lebih cepat, privasi yang lebih terjaga, dan hasil yang lebih personal bagi penggunanya di Indonesia.
Bukan Sekadar Filter: Perjalanan Evolusi AI Samsung
Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, konsistensi adalah kunci. Samsung tidak membangun AI dalam semalam, melainkan melalui tahapan inovasi yang matang:
1. Era Deteksi Cerdas (Galaxy S9 – S20): Dimulai dengan pengenalan objek secara otomatis dan Space Zoom 100x yang memungkinkan pengguna menangkap detail luar biasa dari jarak jauh.
2. Era Stabilisasi & Portrait (Galaxy S21 – S22): Fokus bergeser pada kemudahan vlogging. AI mulai berperan layaknya “gimbal digital” melalui fitur Super Steady dan menyempurnakan tekstur kulit (skin tone) agar terlihat natural namun profesional.
3. Era Nightography & ProVisual (Galaxy S23 – S25): Inilah puncak kecanggihan. Dengan sensor 200MP dan ProVisual Engine yang dilatih oleh 400 juta dataset, kamera Samsung mampu “melihat” dalam gelap dan memberikan opsi Generative Edit yang memudahkan penghapusan objek atau pengisian latar belakang foto.
Baca juga: Tren Fotografi Digicam: Cara Bikin Foto ‘Blurry Aesthetic’ ala Gen Z
Mengapa AI Menjadi Krusial bagi Kreator Indonesia?

Di tanah air, smartphone adalah senjata utama untuk membuat konten media sosial. Kebutuhan akan hasil tangkapan yang stabil saat bergerak, foto low light yang minim noise, hingga kemudahan penyuntingan menjadi alasan mengapa teknologi Computational Photography milik Samsung sangat diminati.
Tren 2026 menunjukkan bahwa pengguna tidak lagi ingin menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengedit. Fitur seperti Photo Assist dan Real-time Editing memungkinkan proses kreatif terjadi secara instan sesaat setelah tombol rana ditekan.
Masa Depan: Kecepatan, Kemudahan, dan Personal

Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas On-Device AI. Tujuannya jelas: membuat fotografi kelas profesional dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari orang awam hingga konten kreator berpengalaman.
Dengan integrasi perangkat keras yang tangguh dan perangkat lunak yang cerdas, Samsung Galaxy S Series bukan sekadar alat komunikasi, melainkan asisten kreatif yang siap membantu setiap pengguna untuk Capture, Create, and Inspire.
