
Hitput.com – Dalam syariat islam, pada dasarnya doa-doa umum (bukan doa khusus misal bacaan wajib dalam sholat) itu tidak terbatas pada riwayat. Umat muslim diberikan kebebasan dalam berdoa selama kata-kata dalam doa yang diucapkan itu bersifat baik.
Begitu pula jika berbicara tentang doa sahur dan buka puasa sesuai syariat islam. Kamu bisa melafalkan doa-doa baik kamu sendiri. Akan tetapi, berpedoman pada doa-doa yang sudah ada riwayatnya tentu lebih baik.
Maka dari itu, pada artikel ini akan dibahas beberapa doa saat sahur atau saat berbuka puasa yang bisa kamu amalkan berdasarkan riwayat-riwayat mahsyur.
Baca Juga: Doa Sahur dan Buka Puasa Ramadan, Arab, Latin dan Artinya
Bacaan Doa Sahur yang Mahsyur

Sebenarnya tidak ada doa sebelum sahur yang secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maka kamu bisa berdoa dengan membaca basmalah dan juga doa makan.
Sementara itu terdapat anjuran doa setelah selesai sahur untuk membacakan doa atau niat sebelum melaksanakan ibadah puasa pada hari itu. Berikut adalah doa sahur puasa yang umum diamalkan:
Doa Niat Puasa
“Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihi as-sanati lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Saya berniat menjalankan ibadah puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban berpuasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Doa Memohon Kekuatan Berpuasa
“Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘alayka tawakkaltu wa‘ala rizqika afthartu, faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu.”
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Maka, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”
Baca Juga: Doa Khatam Qur’an dan Keutamaannya di Bulan Puasa
Bacaan Doa Buka Puasa yang Mahsyur

Seperti yang sudah disinggung di atas, dalam syariat islam, isi ucapan doa umum (bukan doa khusus misal bacaan wajib dalam sholat) sebenarnya bersifat tidak terbatas. Tentunya itu selama doa-doa yang diucapkan tersebut mengandung makna kebaikan.
Namun, terkait doa saat berbuka puasa, Imam Al-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar merangkum beberapa ragam riwayat doa.
Pertama, bacaan doa yang berasal dari riwayat Imam Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar RA., bahwa Rasulullah SAW, ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah”
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah.” [HR. Abu Daud no. 2010].
Kedua, masih riwayat Imam Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa dengan membaca:
“Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” [HR. Abu Daud no. 2011].
Di masyarakat Indonesia umumnya, doa riwayat kedua inilah yang paling banyak digunakan dengan adanya penambahan kalimat, dan ini bukanlah masalah. Karena sekali lagi, doa yang bersifat umum (bukan doa khusus misal bacaan wajib dalam sholat) tidak terbatas pada riwayat.
Umat muslim diberikan pilihan untuk mengekspresikan doa selama kaliamat doa yang diucapkan itu sifatnya baik. Tambahan tersebut yakni:
“Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatika ya ar-hamarrahimin”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Demikian pembahasan mengenai doa sahur dan buka puasa sesuai syariat islam yang dapat kamu aplikasikan selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga memberi kebermanfaatan 🙂







