Hitput.com – “Perasaan baru kemarin tahun baru, kok sekarang sudah mau mendekati akhir tahun lagi.” Kalimat seperti ini mungkin sering terucap atau terlintas di kepala. Dulu, menunggu libur sekolah terasa lama sekali. Sekarang, akhir pekan datang dan pergi dalam sekejap.
Jika kamu mencari tahu penyebab waktu cepat berlalu, kamu tidak sendirian. Fenomena ini sangat sering dibahas dalam dunia psikologi dan neurosains. Menariknya, bukan karena waktu benar-benar bergerak lebih cepat, melainkan karena cara otak kita memaknai dan menyimpan pengalaman berubah seiring bertambahnya usia.
Ringkasan Singkat: Menurut neurosains dan psikologi, alasan kenapa waktu terasa cepat saat dewasa adalah karena berkurangnya pengalaman baru dan meningkatnya rutinitas yang berulang. Otak manusia memproses lebih sedikit detail pada aktivitas rutin, sehingga memori yang tersimpan menjadi lebih sedikit. Selain itu, Proportional Theory menjelaskan bahwa satu tahun terasa lebih singkat bagi orang dewasa karena porsi waktunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan total usia yang telah mereka jalani.
Secara teknis, satu menit tetap 60 detik dan satu tahun tetap 365 hari. Yang berubah adalah persepsi waktu, yaitu bagaimana otak merasakan panjang atau pendeknya suatu periode. Saat menunggu antrean rumah sakit, lima belas menit terasa sangat lama. Sebaliknya, saat menikmati liburan, berjam-jam bisa berlalu tanpa terasa. Hal serupa terjadi saat kita membandingkan masa kecil dengan masa dewasa.
Baca juga: Mencoba Hal Baru dari Nol di Usia 30-an? Ini Kata Penelitian!
Para ilmuwan memiliki beberapa penjelasan logis mengenai fenomena psikologi waktu ini:
Ada sebuah teori populer bernama Proportional Theory yang kerap dibahas dalam kajian Scientific American tentang persepsi waktu. Saat kita berusia 10 tahun, satu tahun adalah 10 persen dari seluruh hidup yang sudah kita jalani. Namun, ketika berusia 40 tahun, satu tahun hanya memakan porsi sekitar 2,5 persen dari total usia kita. Karena porsinya yang semakin kecil inilah otak cenderung menganggap satu tahun tidak lagi terasa sepanjang dulu.
Coba ingat kembali masa kecilmu; belajar naik sepeda, hari pertama sekolah, atau liburan di rumah nenek terasa sangat berkesan. Otak lebih mudah mengingat pengalaman yang baru dan berbeda.
Menurut ahli saraf David Eagleman, pengalaman baru membuat otak memproses lebih banyak informasi. Hal ini sejalan dengan ulasan dari University of Michigan mengenai rutinitas orang dewasa yang cenderung berjalan dalam pola berulang (bangun pagi, bekerja, rapat, tidur). Saat kita melakukan aktivitas yang sama setiap hari, otak bekerja dengan mode autopilot. Akibatnya, hanya sedikit detail yang tersimpan sebagai kenangan, membuat kita tiba-tiba berkata, “Lho, kok sudah akhir tahun saja?”
Semakin dewasa, tanggung jawab ikut bertambah. Memikirkan pekerjaan, tagihan, hingga target masa depan membuat pikiran kita jarang benar-benar berada di momen saat ini (present moment). Berdasarkan penjelasan psikologis dari Psychology Today, perhatian yang terus terbagi ke banyak hal dan tingginya beban kognitif inilah yang pada akhirnya membuat kita kurang menyadari berjalannya waktu.
Baca juga: Pengertian, Ciri Masa Remaja dan Perubahannya yang Harus diketahui
Kabar baiknya, meski kita tidak bisa memperlambat waktu secara harfiah, kita bisa membuat hidup terasa lebih penuh. Berikut adalah beberapa langkah sederhana cara agar waktu tidak terasa cepat:
Kalau belakangan ini kamu sering merasa waktu berjalan terlalu cepat, itu wajar. Hal ini murni bagian dari cara otak bekerja. Mungkin yang perlu kita cari bukanlah cara menghentikan waktu, melainkan lebih banyak alasan untuk benar-benar menikmati dan mengingatnya.
Sumber:
Hitput.com - Siap hadapi 2026? Pelajari 10 tren digital marketing terbaru, mulai dari AI Overviews,…
Hitput.com - Kreditor meminta kejelasan atas batalnya pelaksanaan lelang eksekusi aset The Safin Hotel Pati…
Hitput.com - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V membatalkan lelang eksekusi yang…
Hitput Overview: Pertanyaan: Emas 74 kg berapa rupiah? Jawaban Singkat: Berdasarkan harga emas Antam per…
Hitput Snippet Overview: Tren fashion minimalis atau clean outfit kini makin digandrungi di Indonesia. Menggunakan…
Hitput Snippet Overview: "Glodok Pancoran menawarkan beragam kuliner khas Tionghoa yang wajib dicoba, di antaranya…