Waspada! Dampak Cuaca Ekstrem bagi Kesehatan di Masa Pandemi

Waspada! Dampak Cuaca Ekstrem bagi Kesehatan di Masa Pandemi
Waspada! Dampak Cuaca Ekstrem bagi Kesehatan. image: pexels.com

Hitput.com – Pandemi covid 19 telah melanda berbagai negara di dunia ini dan masih berlangsung hingga sekarang. Upaya dari pemerintah telah dilakukan untuk menangani pandemi tersebut, termasuk pemerintah Indonesia.

Adanya pandemi Covid-19 ini membuat orang-orang lebih berhati-hati saat akan berinteraksi dengan orang lain. Serta lebih perhatian juga terhadap kesehatan diri masing-masing baik mental maupun fisik.

Saat ini mengenai kesehatan menjadi hal utama yang disorot oleh masyarakat. Karena dengan memperhatikan kesehatan lah kita dapat menghindari terkena penyakit dari pandemi tersebut.

Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting dan menjadi kebutuhan yang mendasar serta harus menjadi perhatian bagi semua orang. Kesehatan yang didapatkan tergantung kepada seberapa patuh kita dalam mengendalikan diri terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.

Baca Juga: Jangan Asal Bepergian! Ini Tips Liburan Aman dimasa Pandemi Covid-19

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan

Sebagaimana dijelaskan dalam teori klasik H.L. Bloom yang dikutip dari laman kemenkes.go.id. Kondisi kesehatan dapat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:

1. Gaya Hidup;

2. Lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya);

3. Pelayanan Kesehatan; dan

4. Faktor Genetik (keturunan).

Selain keempat faktor di atas, ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang yaitu faktor cuaca.

Waspada Cuaca Ekstrim di Masa Pandemi

Foto Cuaca Ekstrem
Waspada Cuaca Ekstrem. image: pixabay.com

Cuaca menjadi hal yang penting dalam kehidupan masyarakat, karena ada beberapa aktifitas masyarakat yang bergantung terhadap cuaca. Apabila cuaca mendukung, maka aktifitas pun dapat berjalan dengan lancar. Hal inilah yang harus menjadi perhatian masyarakat terutama oleh orang-orang yang memiliki aktifitas di luar rumah.

Saat ini banyak sekali informasi yang mudah diakses termasuk mengenai prakiraan cuaca. Ada beberapa lembaga yang menyediakan informasi cuaca seperti BMKG, hal itu dapat menjadi acuan saat kita akan beraktifitas di luar rumah.

Saat ini cuaca terkadang berubah-ubah secara tiba-tiba dari panas ke hujan atau dari hujan ke panas. Hal ini disebabkan karena kita telah memasuki musim pancaroba yaitu musim peralihan, di mana pada bulan oktober sampai desember ini biasanya terjadi peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

Musim pancaroba biasanya ditandai dengan meningkatnya frekuensi badai, intensitas hujan menjadi tinggi ditambah dengan adanya petir, guntur dan angin kencang. Pada musim ini biasanya orang-orang mudah terserang penyakit terutama penyakit saluran pernapasan atas seperti flu, pilek dan batuk. Hal ini dikarenakan imunitas seseorang terganggu oleh cuaca yang ada, sehingga tubuh mudah terserang penyakit.

Baca Juga: Mengenal Tanaman Eucalyptus dan Berbagai Manfaatnya

Laporan Cuaca dari BMKG

Dikutip dari laman website bmkg.go.id bahwa curah hujan untuk tahun ini mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh adanya fenomena global la nina yang akan berlangsung hingga April 2021. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya bencana di beberapa wilayah di Indonesia seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Selain itu cuaca ekstrem di masa peralihan ini dapat memunculkan berbagai penyakit. Seperti infeksi saluran pernapasan dan alergi saluran pernapasan, kanker, kardiovaskular, stroke, kekurangan gizi yang diakibatkan keterbatasan bahan pangan, gangguan mental, penyakit yang ditularkan melalui air dan penyakit lainnya.

Dengan adanya cuaca ekstrem ini kita diharapkan lebih waspada dan berhati-hati, terlebih disaat yang bersamaan kita menghadapi pandemi covid-19. Di mana kita diharuskan menjaga kesehatan dan imunitas tubuh kita agar terhindar dari penyebaran pandemi covid-19.

Dikutip dari laman bmkg.go.id, disebutkan bahwa virus corona cenderung lebih stabil dalam lingkungan suhu udara dingin dan kering dibandingkan dengan suhu udara panas atau tropis. Kondisi suhu udara dingin juga dapat melemahkan imunitas seseorang dan mengakibatkan orang tersebut lebih rentan terhadap virus.

Oleh karena itu, kita harus selalu memperhatikan cuaca saat akan beraktifitas dan ditambah dengan menjaga gaya hidup yang sehat. Tak lupa juga menjaga lingkungan sekitar agar kondisi kesehatan semakin terjaga dan tidak semakin memburuk serta tubuh akan siap dalam menghadapi segala kondisi.

 

Sumber Referensi:

  • Iwan M. Ramdan, Artikel “Perubahan Iklim, Dampak Terhadap KesehatanMasyarakat dan Metode Pengukurannya”.
  • https://www.bmkg.go.id/berita/?p=pengaruh-cuaca-dan-iklim-terhadap-pandemi-covid-19&lang=ID&tag=press-release
  • https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160419150431-255-125036/11-pengaruh-cuaca-terhadap-kesehatan-dan-perilaku
  • https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-54230888
  • https://nasional.kompas.com/read/2020/10/31/20355991/la-nina-sejumlah-daerah-berpotensi-banjir-pada-november-2020-hingga-januari?page=all

Leave your vote

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here