Tips Melatih Anak Nyaman Untuk Traveling

 

Photo by jcomp / Freepik
Photo by jcomp / Freepik

Travel adalah salah satu hal yang butuh waktu untuk anak agar terbiasa. Lagipula, membesarkan anak untuk suka atau menikmati traveling banyak manfaatnya untuk perkembangan mereka. Mereka bisa melihat dan menilai hal-hal yang mereka tidak bisa lihat atau temui di rumah, punya kemampuan beradaptasi dengan situasi yang baru dan sudut pandang baru tentang segala hal. Ingin melatih Anak nyaman traveling, coba simak tips berikut ini.

1. Menonton Televisi

Ingin menunjukkan anak seperti apa itu dunia luar tanpa harus ke luar rumah? Televisi adalah salah satu platform yang bisa Anda pakai. Menonton travelfoodanimal channel bisa sekaligus meng-encourage-nya untuk menentukan destinasi wisata keluarga selanjutnya. Bahkan film kartun kesukaan anak juga bisa menstimulasi lho. Misal, ketika si karakter favorit pergi ke negara lain, anak pun akan lebih familiar dengan destinasi tersebut. Pengalaman traveling Anda sebelumnya pun bisa jadi portfolio untuk ditunjukkan pada anak lho. Oh ya, selain televisi, buku juga bisa jadi sarana yang bagus untuk mengenalkan anak pada dunia luar.

2. Uji Coba

Mulai secara perlahan. Jangan langsung mengajak anak liburan dengan jangka waktu yang panjang. Coba mulai dengan short getaway saat weekend ke tempat yang tidak familiar atau tempat baru. Di trip yang pendek ini, Anda bisa melihat reaksi mereka waktu ke waktu, pilihan makanan dan hal-hal yang bisa mengganggu tidur mereka saat jauh dari rumah. Short trip seperti ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Bila mereka bisa melalui short trip sepanjang akhir pekan di tempat yang tidak jauh dari kota, bukan tidak mungkin seminggu ke depan lagi mereka bisa menikmati destinasi yang lebih jauh.

3. Berikan Kewenangan

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat menjadi anak kecil adalah sedikitnya control yang dipunya ketika sesuatu terjadi pada Anda. Karenanya, traveling yang sama dengan jauh dari rumah bisa menimbulkan efek emosional. Coba saja posisikan diri Anda, saat Anda menjadi anak-anak dulu, bagaimana rasanya ketika tiba-tiba Anda dibawa pergi dari rumah meninggalkan mainan, teman dan acara televisi kesukaan, tanpa penjelasan apapun, ke mana akan pergi, untuk apa dan apa yang akan dilakukan di sana. Coba memberi penjelasan pada anak secara bertahap dan simultan tentang perjalanan Anda. Libatkan dalam perencanaan, seperti menentukan tempat yang akan dituju, makanan yang ingin dicicipi atau hotel yang diinginkan.

4. Hati-hati dengan Bahasa Anda

Orangtua kerap lupa, apa yang Anda katakan pada anak bisa jadi senjata anak untuk mematahkan maksud Anda nantinya. Bijaksanalah memilih kata saat merencanakan trip ini, meski saat Anda membicarakannya anak tidak terlibat langsung, karena mereka sesungguhnya mendengar setiap perkataan Anda. Hindari kata-kata seperti  “saya takut”, “penerbangannya terlalu lama” atau “tempat itu berbahaya” saat membicarakan trip ini. Gunakan pilihan kata yang lebih positif dan lebih bersemangat saat menceritakan apa yang akan Anda lakukan nantinya di tempat tujuan.

5. Siap Untuk Membatalkan Rencana

Saat merencanakan family trip, kita akan menginvestasikan waktu, tenaga dan uang untuk memastikan semua rencana berjalan semestinya. Tapi ingat juga untuk sesekali mengecek apakah anak Anda juga senang dengan rencana yang dijalankan. Bila tujuan trip ini adalah untuk menciptakan memori indah, jangan merasa bersalah bila ada penyesuaian yang harus dilakukan. Rencana yang dijalankan menjadi membosankan atau melelahkan? Buat rencana baru. Bahkan aktifitas sederhana bisa juga menyenangkan hati anak.

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply