Tips Parenting: Cara Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini

Asuransi Pendidikan College Care
Tips Parenting, Mendeteksi Bakat Anak dan Menyiapkan Asuransi Pendidikan. image: pexels.com

Hitput.com – Parents, beberapa cara mendeteksi bakat anak sejak usia dini ini sangat diperlukan untuk perkembangan si buah hati.

“Setiap anak itu spesial!” Salah satu pesan dari film India yang berjudul Taare Zameen Par.

Ya, setiap anak memiliki bakat yang dibawa sejak lahir. Jadi sebagai orang tua tidak bisa memaksakan anak harus berbakatnya di bidang ini dan bukan di bidang itu. Bisa saja orang tua mengarahkan anak menemukan bakat baru, tetapi lebih ideal mendukung bakat yang benar-benar sudah disukai sang anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua mengetahui bakat apa yang dimiliki anaknya. Jika sudah mengetahui, harapannya bisa membimbing sang anak untuk menekuni bakatnya secara optimal.

Dalam rangka mendukung bakat anak secara optimal maka orang tua harus memikirkan dana pendidikan juga. Misal dengan menyiapkan asuransi pendidikan bagi anaknya. Dengan begitu dana pendidikan anak tidak terabaikan begitu saja.

Jadi tidak ada alasan anak tidak lanjut kuliah karena tidak ada biaya. Anak kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya karena biaya terlalu mahal. Dan lain sebagainya.

Contoh orang tua yang  anaknya memiliki bakat dalam dunia musik, maka asuransi pendidikan nantinya dapat digunakan untuk menyekolahkan anak di sekolah musik. Dengan begitu kesempatan bakat sang anak terasah secara maksimal semakin besar.

Namun, tidak semua orang tua tahu bakat sang anak. Mungkin mereka beripikir anaknya hanya sebatas suka atau hobi terhadap hal tersebut, padahal sebenarnya itu benih-benih bakat yang dimiliki.

Nah, sembari menyiapkan dana pendidikan bagi anak, penting bagi orang tua untuk mendeteksi bakat anak sejak usia dini. Bagaimana caranya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Cara Tepat Membatasi Anak Bermain Gadget, Cek ya Mom’s

Mengamati Kebiasaan Anak

Dari hal sederhana seperti bermain seringkali bisa terlihat bakat sang anak. Misalnya si anak kalau bermain bola, lari-larian, dan lainnya yang berkaitan dengan fisik, ia sangat jago serta cepat menguasai hal itu. Maka ada kemungkinan anak berbakat dalam hal kinestetik jasmani atau olahraga.

Kemudian contoh kedua anak friendly banget nih, kalau diajak ngobrol sama siapapun dia menanggapi. Itu bisa menjadi potensi besar jika orang tua peka dan memfasilitasi anak dengan mengajarkan bagaimana berkomunikasi yang baik dan sebagainya.

Karena saat besar nanti, sang anak bisa memanfaatkan bakatnya dalam hal menjalin relasi dengan orang lain baik dalam dunia pendidikan, kerja atau lainnya.

Tapi jika orang tua abai dengan potensi tersebut, ya mungkin tidak berarti banyak juga nantinya. Sang anak mungkin tetap mudah bergaul dengan orang lain, tapi bakat dia yang friendly itu hanya digunakan untuk sebatas ngobrol seadanya saja.

Baca Juga: Olike Smart Sajadah, Teknologi Cerdas untuk Membimbing Anak Sholat 5 Waktu

Memberikan Kesempatan Pada Anak untuk Mengeksplor Bakatnya

Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini
Tips Parenting, Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini. image: pexels.com

Jika orang tua sudah berhasil mendeteksi bakat anak sejak usia dini, maka langkah selanjutnya coba berikan anak kesempatan untuk mengeksplor bakatnya.

Misal sang anak memiliki bakat dalam bidang seni melukis, maka biarkan dia meluangkan waktunya untuk menggambar, tidak melulu belajar membaca atau menulis saja.

Tapi kadangkala sang anak mencoret-coret tembok, bagaimana? Maka dari itu, fasilitasi mereka dengan buku gambar atau canvas, kemudian berikan arahan kepada anak jika ingin menggambar silahkan di alat yang tersedia bukan di tembok.

Beri tahu secara halus “heart to heart” dari hati ke hati ya 🙂 jangan dimarahi apalagi melarang anak untuk menggambar lagi. Jika melarang bukan hanya bakatnya yang tidak bisa berkembang, tapi aspek-aspek lain pun akan mengalami hambatan misalnya kepercayaan diri.

Karena anak mungkin merasa kalau gambarnya jelek jadinya dilarang menggambar, sementara itu satu-satunya hal yang disukai. Akhirnya ia merasa minder karena melihat temannya memiliki keahlian sementara dirinya tidak.

Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak yang Tepat di Usia Emas, Para Orang Tua Wajib Baca!

Sering Berkomunikasi dengan Anak

Jika memang anak menyukai suatu hal yang positif maka tugas bagi orang tua adalah memberikan support. Orang tua yang sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan harus membimbing anak dengan memberikan masukan.

Jangan lupa untuk memberikan kata-kata penyemangat jika anak sedang merasa putus asa (misal kalah saat lomba, padahal ia merasa sangat PD karena itu keahlian dia).

Berikan afirmasi positif (pujian) bukan malah memberikan kritikan yang justru membuat anak semakin terpuruk! misal “Kan sudah dibilang kamu belajar ini aja! Tuh lihat, kamu ngga bisa apa-apa kan sekarang, ikut lomba juga kalah terus”.

Jangan sampai kata-kata seperti itu keluar dari mulut orang tua yang mana orang terdekat bagi sang anak.

Ya, itulah 3 cara mendeteksi bakat anak sejak usia dini. Intinya kalau anak melakukan sesuatu selama masih positif biarkan saja, biarkan dia mengeksplor bakat yang ia senangi. Jangan lupa untuk mendukung dan membimbing agar sang anak bisa menguasai bakatnya secara optimal. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan asuransi pendidikan bagi anak agar kelak pendidikannya tidak terabaikan.

Leave your vote

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here