Tips Parenting, Cara Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini!

Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini
Cara Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini. image: pexels.com

Hitput.com – “Setiap anak itu spesial!” Salah satu pesan dari film India yang berjudul Taare Zameen Par. Ya, setiap anak memiliki bakat yang mungkin dibawa sejak lahir. Oleh karenanya sebagai orang tua tidak bisa memaksakan anak harus berbakatnya di bidang ini bukan itu.

Bisa saja sih orang tua mengarahkan anak menemukan bakat baru, tapi akan lebih ideal jika orang tua mendukung bakat yang benar-benar disukai sang anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui bakat apa yang dimiliki anaknya. Akan lebih baik lagi jika orang tua mampu mendeteksi bakat anak sejak usia dini! dengan begitu mereka bisa membiming anak untuk menekuni bakatnya secara optimal.

Masalahnya tidak semua orang tua tahu bakat sang anak, mungkin mereka beripikir anaknya hanya sebatas suka atau hobi terhadap hal tersebut, padahal sebenarnya itu benih-benih bakat yang dimiliki.

Lantas bagaimana sih cara mendeteksi bakat anak sejak usia dini? Simak tipsnya di bawah ini.

Baca Juga: Cara Tepat Membatasi Anak Bermain Gadget, Cek ya Mom’s

Mengamati Kebiasaan Anak

Dari hal sederhana seperti bermain seringkali bisa terlihat bakat sang anak. Misalnya si anak kalau bermain bola, lari-larian, dan lainnya yang berkaitan dengan fisik, ia sangat jago serta cepat menguasai hal itu. Maka ada kemungkinan anak berbakat dalam hal kinestetik jasmani atau olahraga.

Kemudian contoh kedua anak friendly banget nih, kalau diajak ngobrol sama siapapun dia menanggapi, itu bisa menjadi potensi besar jika orang tua peka dan memfasilitasi anak dengan mengajarkan bagaimana berkomunikasi yang baik dan sebagainya.

Karena saat besar nanti, sang anak bisa memanfaatkan bakatnya dalam hal menjalin relasi dengan orang lain baik dalam dunia pendidikan, kerja atau lainnya.

Tapi jika orang tua abai dengan potensi tersebut, ya mungkin tidak berarti banyak juga nantinya. Sang anak mungkin tetap mudah bersosial dengan orang lain, tapi bakat dia yang friendly itu hanya digunakan untuk sebatas ngobrol atau seadanya saja.

Baca Juga: Olike Smart Sajadah, Teknologi Cerdas untuk Membimbing Anak Sholat 5 Waktu

Memberikan Kesempatan Pada Anak untuk Mengeksplor Bakatnya

Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini
Tips Parenting, Mendeteksi Bakat Anak Sejak Usia Dini. image: pexels.com

Jika orang tua sudah berhasil mendeteksi bakat anak sejak usia dini, maka langkah selanjutnya ya coba berikan anak kesempatan untuk mengeksplor bakatnya.

Misal sang anak memiliki bakat dalam bidang seni melukis, maka biarkan dia melaungkan waktunya untuk menggambar, tidak melulu belajar membaca atau menulis saja.

Tapi kadangkala sang anak mencoret-coret tembok, bagaimana? Ya fasilitasi mereka dengan buku gambar atau canvas, kemudian berikan arahan kepada anak jika ingin menggambar silahkan disitu bukan di tembok.

Beri tahu secara halus “heart to heart” dari hati ke hati ya 🙂 jangan dimarahi apalagi melarang anak untuk menggambar lagi.

Jika melarang bukan hanya bakatnya yang tidak bisa berkembang, tapi aspek-aspek lain pun akan mengalami hambatan misalnya kepercayaan diri. Anak mungkin merasa kalau gambarnya jelek, sementara itu satu-satunya hal yang disukai. Akhirnya ia merasa minder karena melihat temannya memiliki keahlian sementara dirinya tidak.

Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak yang Tepat di Usia Emas, Para Orang Tua Wajib Baca!

Sering Berkomunikasi dengan Anak

Jika memang anak menyuaki suatu hal yang positif maka tugas bagi orang tua adalah memberikan support. Orang tua yang sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan harus membimbing anak dengan memberikan masukan.

Jangan lupa untuk memberikan kata-kata penyemangat jika anak sedang merasa putus asa (misal kalah saat lomba, padahal ia merasa sangat PD karena itu keahlian dia).

Berikan afirmasi positif (pujian) bukan malah memberikan kritikan yang justru membuat anak semakin terpuruk! misalnya “Kan sudah dibilang kamu belajar ini aja! Tuh lihat, kamu ngga bisa apa-apa kan sekarang, ikut lomba juga kalah terus”.

Jangan sampai ya kata-kata seperti itu keluar dari mulut orang tua yang mana orang terdekat bagi sang anak.

Baca Juga: Cara Mengatasi Bullying dan Kekerasan Pada Anak Serta Pentingnya Pendidikan Agama di Sekolah

Ya, itulah 3 cara mendeteksi bakat anak sejak usia dini. Intinya sih kalau anak melakukan sesuatu selama masih positif ya biarkan saja, biarkan dia mengeksplor bakat yang ia senangi.

Jangan lupa untuk mendukung dan membimbing agar sang anak bisa menguasai bakatnya secara optimal.

Leave your vote

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here