Mengenang Karya Sastrawan Legendaris Sapardi Djoko Damono

Karya Sastrawan Legendaris Supardi Djoko Damono
Dokumentasi Sastrawan Sapardi Djoko Damono dengan Nadhifa Allya Tsana. image: twitter @ntsana_

Hitput.com – Beberapa waktu yang lalu Indonesia harus kehilangan salah satu sastrawan terhebatnya, Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada tangga 19 juli 2020. Kabar tersebut tentu saja memberikan duka yang mendalam khususnya bagi keluarga dan para pecinta sajak-sajak puisi indah. Ya, jika kita berbicara dunia sastra atau puisi maka karya sastrawan legendaris Sapardi Djoko Damono selalu menjadi referensi teratas sebagai karya terbaik.

Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas atau lebih tepatnya sih mengenang karya-karya hebat beliau. Bagi saya pribadi sih “hujan bulan juni” menjadi salah satu karya terfavorit, dimulai dari sajak puisi, kemudian menjadi novel dan pada akhirnya di adaptasi menjadi sebuah film.

Oke, berikut beberapa karya sastrawan legendaris Sapardi Djoko Damono, tentu saya hanya mengulas beberapa karya favorit, yang lainnya mungkin saya cantumkan judulnya saja.

Hujan Bulan Juni

Seperti yang sudah saya singgung di atas, awal mula karya “Hujan bulan juni” ini adalah kumpulan sajak-sajak puisi. Karena begitu populernya sajak puisi ini, sampai-sampai di alih bahasakan ke bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

Seiring berjalannya waktu, hujan bulan juni di adaptasi menjadi sebuah novel dengan judul yang sama, dengan tokoh utama bernama Sarwono dan Pingkan. Nah, sajak-sajak puisi yang sudah ada kemudian dipakai oleh Sarwono untuk mengungkapkan kekaguman-kekagumannya kepada kekasihnya yaitu Pingkan.

Baca Juga: Buku Dongeng Nusantara Meriahkan Festival Buku Anak Terbesar di Meksiko
Karya Supardi Djoko Damono (1)
Karya Sastrawan Legendaris Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni. image: fimela.com

Beberapa waktu berselang akhirnya novel tersebut terjun ke dunia layar lebar. Adipati Dolken memerankan tokoh Sarwono dan Velove Vexia berperan sebagai Pingkan. Kalau kalian penikmat karya sastrawan legendaris Sapardi Djoko Damono pastinya udah nonton film ini ya! Gimana filmnya? Masih ingat ceritanya? Saya sih udah agak-agak lupa, hehehe. Tapi seingat saya sih endingnya happy 🙂

Terus sajak puisi “Hujan bulan juni” disenandungkan oleh Sarwono kepada Pingkan pas lagi di tepian pantai, itu scene yang paling saya ingat sih, soalnya puisinya keren banget. Kalau kamu lupa-lupa ingat dengan sajak puisinya, nih saya tuliskan di bawah ini.

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Baca Juga: Kisah Inspirasi: Malala Yousafzai, Peraih Nobel Sekaligus Duta Perdamaian Termuda

Yang Fana Adalah Waktu

Karya Supardi Djoko Damono
Karya Sastrawan Legendaris Supardi Djoko Damono Yang Fana Adalah Waktu. image: bukuprogresif.com

Karya-karya Sapardi Djoko Damono seringkali berhubungan satu sama lainnya, misalnya sajak “pingkan melipat jarak”, “kisah Sarwono dan Pingkan”, itu meruapakan serangkaian trilogi dari novel hujan bulan juni.

Kemudian setelah karya “Pingkan melipat jarak”, muncul lagi karya fantastis yaitu “Yang fana adalah waktu”. Saat penerbitan novel ini, sang pujangga Supardi Djoko Damono membacakan sajak-sajak indahnya. Kemudian ada musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Umar Muslim, Tatyana Soebianto, dan Arini Kumara.

Baca Juga: Kisah Inspiratif: Merajut Asa Dari Profesi Guru Honorer

Karya Lain Sapardi Djoko Damono

Masih banyak lagi karya sastrawan legendaris Sapardi Djoko Damono ini, berikut daftar karya beliau yang saya kutip dari wikipedia.

Karya Sastra:

Duka-Mu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Dongeng-Dongeng Asia untuk Anak-Anak (1982), Perahu Kertas (1983), Sihir Hujan (1984), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-Ayat Api (2000), Pengarang Telah Mati (2001), Mata Jendela (2002), Ada Berita Apa Hari ini, Den Sastro? (2002), Membunuh Orang Gila (2003), Mantra Orang Jawa (2005), Kolam (2009), Sutradara itu Menghapus Dialog Kita (2012), Namaku Sita (2012), Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak (edisi 1994 diperkaya sajak-sajak 1959, 2013), Novel Trilogi Soekram (2015), Novel Hujan Bulan Juni (2015), Melipat Jarak (2015), Suti (2015), Pingkan Melipat Jarak (2017), Yang Fana Adalah Waktu (2018), Sepasang Sepatu Tua (2019).

Baca Juga: Kisah Inspiratif Maryam Masud Youtuber Cilik Pembuat Konten Islami

Karya di atas belum termasuk karya terjemahan, musikalisasi, dan karya nonsastra dari Sapardi Djoko Damono. Ya, untuk lebih lengkapnya kamu bisa cari biografi beliau, disana pasti lengkap karya legendaris dari Sapardi Djoko Damono apa saja, kemudian penghargaan yang pernah diraihnya, dan lain sebagainya.

Leave your vote

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here